Sabtu, 25 April 2015

Tulisanmu Menginspirasiku


“Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi orang lain.” 
(HR. Ahmad, Thabrani, Daruqutni. Dishahihkan Al Albani dalam As-Silsilah As-Shahihah.) 

Alangkah senangnya apabila kita dapat menjadi manusia yang bermanfaat bagi orang sekitar.  Orang yang ikhlas berbuat baik, hanya akan mengharap ridho Allah dalam setiap perbuatannya. Begitu pula dalam berbuat kebajikan, orang itu tak akan berpikir panjang kepada siapa manfaat yang akan ia berikan, bahkan ia pun mungkin tidak tahu betapa bermanfaatnya perbuatan baiknya tersebut bagi orang lain.

Alhamdulillahirobbil'alamin, saya pernah berteman dengan seorang yang spesial. Teman itu sangat spesial bagiku. Kenapa? karena dengan membaca postingan-postingannya, saya dapat meng-upgrade semangat, semangat untuk berbuat baik, semangat untuk kembali belajar, semangat untuk mewujudkan mimpi masa depan!

Ia adalah temanku sewaktu SMP, the next Indonesian volcanologits, aamiin.
Dulu ia adalah salah satu dari dua orang yang pertama-tama kukenal sebagai teman sekelas. Rumahnya tak jauh dari rumahku. Dulu ayahnya sering sekali berkunjung ke tetangga belakang rumahku. Dia anak yang pandai, kalau gak salah dulu nilai UNas-nya nomor 3 terbaik sesekolahku.
Seiring waktu berjalan, dia melanjutnya di SMA terbaik di provinsiku. Kelas internasional! Ada hal bodoh saat itu: saya sempet pinjem buku-buku sekolahnya! Memalukan sekali.
Dia sukses berprestasi, ikut olim juga. Lalu akhirnya ia masuk kuliah ke kampusnya Bung Karno buat mempelajari ilmu bumi. Sekarang ia sudah lulus. Pernah pulang ke Jogja, tapi saya tak pernah lagi berjumpa. Sekarang ia sudah balik lagi ke Bandung untuk riset lalu menyiapkan S2-nya ke Jepang.

Lalu kenapa saya menceritakannya di postinagnku kali ini? Ya, karena tulisan-tulisannya di blog.
Tulisannya telah menyemangatiku. Mungkin manfaat ini tak hanya bagiku, tetapi juga semua orang yang membaca, terutama orang-orang yang pernah kenal dengannya.
Ya, manfaat itu bisa dirasakan semua orang, tanpa orang yang memberi manfaat tahu bahwa apa yang ditulisnya telah bermanfaat bagi banyak orang.

Saya jadi ingat bahwa salah satu orang yang akan mendapat naungan-Nya di hari yang tidak ada naungan adalah orang yang bersedekah dimana tangan kirinya tidak tahu apa yang dilakukan oleh tangan kanannya. Subhanallah. Marilah kita sama-sama belajar jadi orang yang bermanfaat!

Win, terima kasih atas semuanya, tulisanmu sungguh luar biasa.
Semoga engkau dan keluargamu baik-baik saja seterusnya.
Semoga kita dapat bersua kembali di masa depan.
ini teman yang kumaksud.. jos, lanjutkan inspirasimu


Betakan, 25 April 2015

Selasa, 31 Maret 2015

Sejenak

Ini adalah lirik lagunya Letto yang berjudul 'Sejenak'


Sebelum waktumu terasa terburu
Sebelum lelahmu menutup mata
Adakah langkahmu terisi ambisi
Apakah kalbumu terasa sunyi

Luangkanlah sejenak detik dalam hidupmu
Berikanlah rindumu pada denting waktu
Luangkanlah sejenak detik dalam sibukmu
Dan lihatlah warna kemesraan dan cinta

Sebelum hidupmu terhalang nafasmu
Sesudah nafsumu tak terbelenggu
Indahnya membisu tandai yang berlalu
Bahasa tubuhmu mengartikan rindu

Luangkanlah sejenak detik dalam hidupmu
Berikanlah rindumu pada denting waktu
Luangkanlah sejenak detik dalam sibukmu
Dan lihatlah warna kemesraan dan cinta

Yang tlah semu.. Yang tak semu..
Dan tak semu...uu...dah itu



Assalamu'alaikum Sobat Blogger. Sobat udah pernah dengerin lagunya Letto itu? Kalau belum, dengerinlah.. Liriknya bagus banget, Sobat. Dalem. 

Sobat, coba resapi lirik demi liriknya... Memang banyak yang bisa diartikan, tetapi dalam postinganku ini saya mau ajak Sobat semua untuk sejenak merenung betapa sedikit jatah waktu kita di dunia, ya, sejenak saja.

Seperti kata nasihat, bahwa hidup iku mung mampir ngombe. Seperti seorang musafir yang berhenti sejenak untuk istirahat minum di bawah pohon di tengah gurun, lalu berlalu melanjutkan perjalanannya kembali. Seperti itulah hidup manusia di dunia, hanya sebentar, lalu melanjutkan tujuan hidupnya, yakni kehidupan akhirat.
Dapat dikatakan bahwa hidup itu untuk mati.

Jadi, dunia bukanlah tujuan akhir, akan tetapi tujuan akhir adalah kehidupan akhirat, kehidupan setelah mati.

Lihatlah betapa kita sebagai manusia haruslah sejenak meluangkan waktu dalam kesibukan kita untuk memahami hakikat kehidupan, untuk mengerti tujuan diciptakannya diri kita, untuk memikirkan sampai di manakah jalan kita.

Sobat masih ingat bahwa sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi orang lain? Bagi Sobat Blogger yang pernah melakukan kegiatan sosial tentu akan setuju dengan nasihat ini. Seberapa banyak yang kita peroleh adalah seberapa banyak yang kita beri. Berbuat baiklah untuk diri kita sendiri dengan cara berbuat baik kepada orang lain.

Apasih tujuannya? Ridho Allah dan ketentraman batin. Kita akan merasakan kepuasan hati saat kita bisa membantu orang lain dengan ikhlas. Ketentraman hati yang awet tidaklah kita dapatkan saat kita memperoleh banyak harta, akan tetapi ketika harta kita, kita berikan kepada orang yang membutuhkan.

Sobat, coba sekali-kali bangun malam, lalu lihatlah bintang-bintang. Subhanallah, betapa indah ciptaan-Nya, betapa luas nikmat-Nya.
Hati. Hati tentu butuh di-refresh, hati butuh dzikir Sobat. Tiadakah kita rindu untuk mengingat-Nya?

Untuk temanku, yuuk kita sejenak melepas rindu. Rindu pada-Nya. Sejenak saja waktu kita, tanpa tahu kapan tiada. Mari saling menyapa, mumpung masih bersua. Semoga rinduku menemukanmu di kehidupan yang abadi nanti.


Betakan, 31 Maret 2015

Contoh Surat Permohonan dalam Perkara Akta Kematian di Pengadilan

Semangat malam! Sobat blogger, berikut akan saya berikan contoh surat permohonan yang harus dibuat saat akan mengajukan penetapan akta kemat...