Selasa, 31 Maret 2015

Sejenak

Ini adalah lirik lagunya Letto yang berjudul 'Sejenak'


Sebelum waktumu terasa terburu
Sebelum lelahmu menutup mata
Adakah langkahmu terisi ambisi
Apakah kalbumu terasa sunyi

Luangkanlah sejenak detik dalam hidupmu
Berikanlah rindumu pada denting waktu
Luangkanlah sejenak detik dalam sibukmu
Dan lihatlah warna kemesraan dan cinta

Sebelum hidupmu terhalang nafasmu
Sesudah nafsumu tak terbelenggu
Indahnya membisu tandai yang berlalu
Bahasa tubuhmu mengartikan rindu

Luangkanlah sejenak detik dalam hidupmu
Berikanlah rindumu pada denting waktu
Luangkanlah sejenak detik dalam sibukmu
Dan lihatlah warna kemesraan dan cinta

Yang tlah semu.. Yang tak semu..
Dan tak semu...uu...dah itu



Assalamu'alaikum Sobat Blogger. Sobat udah pernah dengerin lagunya Letto itu? Kalau belum, dengerinlah.. Liriknya bagus banget, Sobat. Dalem. 

Sobat, coba resapi lirik demi liriknya... Memang banyak yang bisa diartikan, tetapi dalam postinganku ini saya mau ajak Sobat semua untuk sejenak merenung betapa sedikit jatah waktu kita di dunia, ya, sejenak saja.

Seperti kata nasihat, bahwa hidup iku mung mampir ngombe. Seperti seorang musafir yang berhenti sejenak untuk istirahat minum di bawah pohon di tengah gurun, lalu berlalu melanjutkan perjalanannya kembali. Seperti itulah hidup manusia di dunia, hanya sebentar, lalu melanjutkan tujuan hidupnya, yakni kehidupan akhirat.
Dapat dikatakan bahwa hidup itu untuk mati.

Jadi, dunia bukanlah tujuan akhir, akan tetapi tujuan akhir adalah kehidupan akhirat, kehidupan setelah mati.

Lihatlah betapa kita sebagai manusia haruslah sejenak meluangkan waktu dalam kesibukan kita untuk memahami hakikat kehidupan, untuk mengerti tujuan diciptakannya diri kita, untuk memikirkan sampai di manakah jalan kita.

Sobat masih ingat bahwa sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi orang lain? Bagi Sobat Blogger yang pernah melakukan kegiatan sosial tentu akan setuju dengan nasihat ini. Seberapa banyak yang kita peroleh adalah seberapa banyak yang kita beri. Berbuat baiklah untuk diri kita sendiri dengan cara berbuat baik kepada orang lain.

Apasih tujuannya? Ridho Allah dan ketentraman batin. Kita akan merasakan kepuasan hati saat kita bisa membantu orang lain dengan ikhlas. Ketentraman hati yang awet tidaklah kita dapatkan saat kita memperoleh banyak harta, akan tetapi ketika harta kita, kita berikan kepada orang yang membutuhkan.

Sobat, coba sekali-kali bangun malam, lalu lihatlah bintang-bintang. Subhanallah, betapa indah ciptaan-Nya, betapa luas nikmat-Nya.
Hati. Hati tentu butuh di-refresh, hati butuh dzikir Sobat. Tiadakah kita rindu untuk mengingat-Nya?

Untuk temanku, yuuk kita sejenak melepas rindu. Rindu pada-Nya. Sejenak saja waktu kita, tanpa tahu kapan tiada. Mari saling menyapa, mumpung masih bersua. Semoga rinduku menemukanmu di kehidupan yang abadi nanti.


Betakan, 31 Maret 2015

Sabtu, 21 Maret 2015

Sahabat Sejati



Tulisan ini untukmu, temanku, teman yang sebenarnya sudah kenalan lama tapi baru bertemu kembali, lalu baru akrab saat ini.

Terima kasih yang tak terhingga kuhaturkan untukmu. Tak kan bisa aku membalasmu, teman. Sungguh mulia hatimu, hati dari sikap yang tak pernah dusta.

Tahukah engkau, punya teman yang bisa mendekatkan kepada Yang Maha Kuasa adalah salah satu anugerah yang paling indah bagiku. Ini serius!

Seperti oase di padang pasir. Seperti sabit di awal rembulan. Seperti menemukan capung yang kini makin tiada. Seperti melihat aurora!

Teringat puisi yang kudapat dari teman tetanggaku dulu sewaktu masih SMA. Kata mbak Fitri, puisi karangannya mbak Chandra Elia. Dulu jadi opening buka bersama AMIB di rumahku. Bagus banget puisinya. Tepatnya seperti doa. Doa untukmu, teman-teman yang baik.

“ Yaa Robbi….
Jagalah saudaraku di kala penjagaanku tak sampai padanya...
Sayangi ia di kala sayangku tak mampu merengkuhnya dalam dekapan nyata…
Muliakan ia di kala penghargaanku tak terangkum dalam kata yang sahaja…
Karena Engkau punya segala yang tak kupunya,
dan karena kuinginkan ia menjadi saudaraku di syurga…”
aamiin.

Tulisan Mbak Elia itu pas banget. Tentu Sobat udah tahu bahwa orang yang bersahabat di dunia belum tentu akan bersahabat di akhirat. Pertemanan di dunia bisa menjadi permusuhan di akhirat. Ya, itu karena persaudaraan tersebut tidak dilandasi iman. Seorang teman di dunia tidak akan dapat menolong temannya di akhirat. Tidak demikian dengan persaudaraan yang dilandasi iman. Tentu dalam persaudaraan ini mereka telah saling tolong-menolong untuk kehidupan akhirat mereka sebab dalam persaudaraan mereka di dunia, mereka saling mengingatkan masing-masing untuk berbuat kebaikan, menjauhi maksiat, dan selalu saling menjaga agar istiqomah dalam Islam.

Aku pikir itulah yang dinamakan ‘sahabat sejati’. Sahabat yang masih akan jadi sahabat di akhirat besok. Kata orang, sahabat sejati itu tidak pernah ada, tapi bagiku aku yakin akan ada. Dengan kekuatan doa, insya Allah kita bisa punya sahabat sejati.

Perlu kita tahu juga, sahabat sejati di akhirat itu tentu tidak harus yang berusia sama ketika kita hidup di dunia. Coba perhatikan tetangga sekitar. Minggu lalu sawaktu pulang dari ‘isya’an, ibu-ibu yang habis sholat jamaah di masjid berkunjung ke salah satu jamaah juga yang akan melaksanakan ibadah umroh. Mereka saling mendoakan, agar istiqomah dalam berjamaah, agar taqwa selalu ada hingga ajal menyapa, agar dusun tercinta ini mendapat hidayat, rahmat, dan keteduhan iman Islam. Ada isak yang terdengar lirih malam itu.
Terlintas dalam hatiku, “semoga kita menjadi sahabat di akhirat.”


Tulisan ini untukmu, tentu engkau tahu maksudku.
Aku memerlukanmu untuk mengajakku mendekat kepada Yang Maha Kuasa.

Terima kasih, engkau pernah menjadi motivator semangatku. Semoga seterusnya. Semoga kita baik-baik saja. Semoga slalu lurus. Semoga Allah selalu menjaga kita.
Semoga kita bisa menjadi sahabat di syurga nanti.


Kata-kataku banyak di angan, tak sempat tertuliskan, teman. Semoga tak kan hilang semangat beribadah itu menyemangatiku.



Betakan, awal-tengah Maret 2015


Minggu, 08 Maret 2015

Temanku, Si Anggrek Bulan

Selamat petang paman garengpung.
Nyanyianmu membawaku kepada selembar kertas.
Sudah menjadi buram, masih tanpa goresan.
Terdengar melengking. Sebentar saja.
Memaksa mengingatnya. Teman lama yang kini berjaya.
Kutulis saja nada-nadamu untuknya.
Pada kertas lawas itu.
Mungkin akan kuterima lagi pesan darinya.

Tiba-tiba datang tanpa kabar.
Namun jiwaku sudah melahirkan sinyalnya.
Seakan kita punya radar neptunus.
Tidak, tapi radar sirius, si bintang paling terang.

Akankah terus ada sampai kita tua.
Akankah memang ada radar itu pada jiwamu juga.
Semoga kita menjadi saudara.
Yang terus terbang bersama meski bawaan kita berbeda.
Yang terus segaris untuk saling bersapa bersua.
Yang rindu ini dapat menemukanmu lagi.
Temanku, si anggrek bulan.
Semoga engkau baik-baik saja. Seterusnya.

Masih bulan sabit, Selasa, 24 Februari 2014

Rabu, 18 Februari 2015

Mengurus Surat Keterangan Sehat di Jogja

Sobat blogger, assalamu’alaikum… kali ini saya mau kasih sedikit info tentang cara dan biaya mengurus surat keterangan sehat di rumah sakit. Barangkali Sobat ada yang diterima jadi PNS atau pengin daftar di suatu instansi/perusahaan. Biasanya instansi/perusahaan meminta adanya Surat Keterangan Sehat dan Surat Bebas Napza. Kata-kata yang disyaratkan kadang bisa berbeda-beda. Ada yang minta ‘surat keterangan berbadan sehat’, ‘surat sehat fisik’, ‘surat sehat jasmani’, ‘surat sehat mental’, ‘surat sehat rohani’. Apapun itu, kita perlu mencari surat tersebut di rumah sakit atau tempat lain yang ditunjuk (misal laboratorium tertentu).
Oke Sobat, biasanya selain surat keterangan sehat, instansi/perusahaan meminta adanya SKCK (Surat Keterangan Catatan Kepolisian). Saya tidak akan membahas cara mendapatkan SKCK, karena Sobat blogger pasti sudah tahu [syaratnya itu hloo: pengantar dari pak dukuh, surat pengantar dari pak lurah, fc kartu keluarga, fc akta kelahiran, pas foto 4x6 background merah, surat pengantar dari polsek, dan fc rumus sidik jari. Hmm... sudah tahu kan…], tetapi perlu Sobat ketahui bahwa di polres ada Satuan Narkoba, yakni bagian yang khusus menangani masalah narkoba dan zat adiktif and psikotropika. Jika instansi/perusahaan yang Sobat tuju tidak mensyaratkan surat bebas napza harus dibuat di rumah sakit, tidak ada salahnya bikin saja di Satnarkoba tersebut. Namun, biasanya emang disyaratkan harus rumah sakit lho. Sobat perlu baca teliti dulu… Jangan sampai kayak aku yang surat yang udah aku bikin di polres ditolak [karena memang diharuskan bikin di rumah sakit sih… hihihihi], sayang tenaga dan biaya kan kalau harus ngurus n bolak-balik luar kota.. capek gitu.
Nah Sobat, saya akan njelasin kalau Sobat bikin surat keterangan sehat di Jogja. Ya, karena memang saya tinggalnya di Jogja, tahunya ya yang di Jogja. Saya hanya kan kasih info kalau Sobat mau urus surat tersebut di RSJ Grhasia dan Di RSU Dr. Sardjito. Secara, dua rumah sakit itulah yang paling terkenaal. Yang satu, setahu saya cuma ada satu di Jogja, karena itu rumah sakit jiwa.. hiii. Yang satunya lagi, siapa sih yang nggak tahu salah satu rumah sakit yang terkenal se-Indonesia tersebut.
Kita mulai dari RSJ Grhasia. Kalau dari rumah saya, rumah sakit ini cukup jauuh. Ya karena terletak di Pakem Jalan Kaliurang, wes ndhuwur pokoke.. jadi usahakan berangkat pagi yaa kalau mau ke sana. Yang dating ke sana bukan cuma orang gila lho, jadi jangan takut. Tapi emang ada juga yang masih ‘agak terganggu’ yang periksa di sana [Hihihi pengalaman diajak orang kayak itu sawaktu ke sana…]. Di RSJ Grhasia, Sobat bisa urus surat keterangan sehat jasmani, rohani, maupun bebas napza. Yang Sobat perlu lakuin setelah sampai di sana adalah parker. Ya, parkirnya ada di sebelah selatan. Lurus ke timur dari pintu masuk. Selanjutnya, berjalanlah ke loket pendaftaran. Tempatnya di gedung bagian tengah depan. Ambil nomor antrian. Lalu tulis keperluannya di form yang disediakan. Pilih yang ‘kir’, misal kir narkoba. Setelah itu antrilah ke gedung sebelah timurnya. Kalau Sobat ingin tes rohani, antri di gedung sebelah utaranya (kiri jalan), baru ke loket gedung yang kanan jalan. Di ruang yang sebelah utara jalan, Sobat akan diukur tekanan darah, tinggu badan, dan berat badan. Lalu menuju ruang paling utara di gedung yang kanan jalan/selatan jalan. Di situ Sobat akan mengerjakan soal tes rohani yang cukuup buanyaak. Saya lupae berapa jumlah soalnya. Lebih dari 500 soal lah. Ssst yang takut dulu. Soal-soalnya cukup menarik kok.. hihihi.. Sobat Cuma harus sungguh-sungguh ngerjain, jangan asal, cz kalau cuma asal bisa jadi hasilnya tidak bisa diinterpretasikan hlo, alias….. hehehe. Soalnya pilihan ganda kok. Tap Cuma ada pilihan Ya (setuju/sesuai) atau Tidak (tidak setuju/sesuai). Saya kasih satu contoh. Misal: Anda merasa ada yang membuntuti Anda. Anda terus-menerus mendengar suara-suara aneh.
Setelah Sobat selesai tes rohani, Sobat harus antri lagi untuk bertemu dokter spesialis jiwa di Ruang Periksa D1 (kalo gak salah). Setelah itu sobat perlu bayar di kasir yang dekat tempat pendaftaran, lalu balik lagi ke loket di gedung periksa tadi untuk mengambil hasil. Jika sobat blogger mau bikin surat bebas napza, setelah dari ruang periksa, Sobat harus ke ruang laboratorium, yaitu di gedung sebelah selatannya lagi. Sobat bisa berjalan lewat koridor antara gedung tempat pendaftaran dan gedung tempat periksa tersebut ke arah selatan. Turun tanggga, lurus langsung naik. Nah ketemu deh. Di situ Sobat diminta memasukkan urine ke dalam botol kecil untuk diperiksa. Setelah itu Sobat harus bayar lagi di kasir depan. Lalu balik lagi untuk ambil hasil. Lalu loket di gedung periksa tadi.
Tentu Sobat bertanya-tanya berapa biayanya. Ini juga yang sebenarnya jad inti postinganku kali ini. Berdasarkan pengalaman saya nyari surat keterangan sehat jasmani rohani dan bebas napza pada akhir Desember sampai awal Januari lalu, berikut biayanya:
    -          Biaya registrasi pasien baru 6.750 (kalo sobat pernah periksa sebelumnya, biaya registrasi pasien lama sebesar 1.500
     -          Biaya kunjungan klinik umum 15.000
     -          Surat keterangan sehat jiwa 125.000
     -          Surat keterangan bebas NAPZA 45.750
   Lalu untuk cek urine di lab:
     -          Benzodiazephine kualitatif 33.500
     -          Methamphetamine (kualitatif) 34.000
Nah sobat blogger jadi tahu kan. Totalnya dihitung sendiri yaa. Setelah bayar jangan lupa ambil hasilnya. Kalau mau legalisir, tempatnya di gedung tempat pendaftaran, tapi Sobat masuk lewat pintu yang deket jalan masuk saja, deket gedung periksa tadi. Lalu masuk nak tangga, belok kiri lurus mentok. Tapi sebelum minta legalisir, Sobat kudu fotokopi dulu hloo.. hhaaa. Fc bisa di seberang jalan depan RSJ pas, dekat bank BPD DIY, atau di fc lain.
Sobat blogger, nah sekarang gantian cara bikin surat keterangan sehat di RSU Dr. Sardjito. Udah tahu kan lokasi RSU Dr. Sardjito? Yang kompleks UGM itu lhoh. Pastikan sobat udah parker di tempat yang bener dulu sebelum ngurus surat keterangan sehat. Jangan parker di jalan hlo.. Kasihan pengguna jalan yang lain.
Nah Sobat, cara ngurus ini berdasarkan pengalaman saya ngurus di Sardjito awal Januari lalu. Sewaktu ngurus, saya belum pernah mendaftar di Sardjito. Akan lebih baik Sobat punya kartu pendaftaran dulu sebelum mengurus. Yang perlu sobat catat: Sobat kudu dating pagi-pagi banget jika mau selesai ngurus sehari, atau minimal dua hari. Setiap poli buka jam 08.00 WIB. Sementara antrian di laboratorium sudah dibuka jam 06.30 (itu kata petugas di sana).
Sobat, karena waktu itu saya gak tau sama sekali caranya ngurus, saya tanya-tanya deh sama pak satpam yang kebetulan lewat. Untuk bikin surat keterangan sehat jasmani, saya diarahkan ke ruang GCU alias General Check Up. Letaknya: lab ke utara, lihat tulisan. Atau dari parkiran yang deket masjid, sobat jalan ke utara. Depan gedung administrasi itu sobat ke timur/kanan lurus lalu ke kanan ikuti petunjuk arah, dekat poli anak. Benar, ternyata emang di situ bikinnya. Di GCU Sobat perlu daftar dulu, dengan menunjukkan KTP. Lalu Sobat akan diukur tinggi badan, berat badan, dan tekanan darah. Lalu disuruh nunggu bentar. Lalu ketemu dokter di ruangan sebelahnya. Di situ kita akan ditanya dokter punya keluhan apa, lalu diperiksa denyut nadi kita, juga perut kita, serta mata dilihat juga. Pokoknya diperiksa secara umum gitu. Kalo ketahuan ada yang tidak beres, biasanya disarankan selanjutnya untuk cek lab.
Karena saya belum punya kartu, saya gak tahu berapa biayanya kalau sudah punya kartu ataupun biaya saat ini. Bisa jadi lebih murah kan saat ini. Berikut biaya di GCU sewaktu saya periksa di situ:
     -          Pemeriksaan kesehatan (surat keterangan) 90.000
     -          Pendaftaran GCU 19.000.
   Jadi totalnya di GCU 109.000. Pernah denger katanya sekarang lebih murah. Sekitar 104.000.
Next, setelah itu untuk mendapat surat keterangan sehat rohani/mental dan bebas napza, Sobat kudu naik ke lantai 3 gedung rawat jalan. Pendaftarannya ada di bagian tengah. Silakan daftar sekaligus nyetakin kartu pasien dengan menunjukkan kuitansi saat di GCU. Nyetakin kartu bisa dilakukan di lantai 1. Sewaktu mendaftar, jangan lupa juga bilang ingin membuat surat bebas napza. Biayanya:
     -          Dokter spesialis 90.000
     -          Pendaftaran klinik regular tanpa rujukan 13.000
   Jadi total saat pendaftaran sebesar 103.000.
Setelah mendaftar, Sobat ke Poli Jiwa. Di bagian samping selatan lantai 3, paling timur/pojok. Masuk lalu tunjukan kuitansi ke petugas. Jangan lupa bilang sekaligus bebas napza. Lalu sobat akan diminta bayar lagi untuk surat bebas napza sebagai berikut:
     -          Keur bebas narkotika 21.500
     -          MMPI-II 116.000
   Jadi totalnya 137.500. bayarnya di kasir tempat pendaftaran tadi.
Selanjutnya sobat akan diminta antri (jika banyak) di poli jiwa. Lalu Sobat akan bertemu dokter dulu sebelum mengerjakan soal rohani. Lalu mengejakan soal tes jiwa yang buanyak banget itu. Pastikan sungguh-sungguh mengerjakannya. Jangan ngawur. Lalu Sobat akan bertemu dokter spesialis untuk wawancara alias ditanya-tanya. Bisa jadi sebelum Sobat mengerjakan soal n wawancara tersebut, Sobat diminta untuk tes urine dulu di laboratorium. Secara, proses di lab inilah yang biasanya luama. Maklumlah banyak yang membutuhkan.Sebelum ke lab, Sobat diberi kertas form warna hijau rujukan dari poli jiwa untuk dibawa ke lab. Ambil antrian lab. Misal A 061. Tunggu urutan. Lalu ke loket 1 untuk menyerahkan form tadi. Lalu tunggu panggilan dari kasir. Bayar, lalu Sobat akan mendapat antrian periksa. Misal nomor antrian B 042. Setelah mengumpulkan urine, biasanya nunggu 2-3 jam, ada yang disuruh nunggu minimal jadi jam 13. Jika belum tes jiwa n wawancara, sobat kudu balik lagi ke lantai 3, jika sudah maka Sobat nunggu di lab atau di mana saja. Berikut biaya cek lab untuk bisa mendapatkan hasil periksa bebas napza:
     -          Amphetamine 50.000
     -          Mariyuana/THC 50.000
     -          Opiate 50.000
     -          Administrasi 2.000
   Jadi total biaya lab sebesar 152.000.
Hasil periksa urine di lab dapat kita ambil dengan menunjukkan kuitansi pembayaran. Tunggu panggilan yaa. Harap sabar antri. Yang butuh banyak bro.
Selanjutnya, untuk bisa mengambil hasil di poli jiwa, Sobat harus membawa hasil cek dari lab dulu untuk dibaca dan dianalisis dokter. Setelah itu, Sobat akan mendapat surat keterangan sehat mental dan hasil tes jiwa, serta bebas napza dan hasil labnya tadi. Untuk mendapat legalisir, Sobat harus turun ke lantai 1, di ruang SKM (yang warna hijau muda, di sebelah bank). Pastikan fotokopi dulu. Jika instansi/perusahaan yang Sobat tuju meminta hasil lab, maka sobat perlu memintakan stempel dulu di SKM sebelum difotokopi cz sebenarnya hasil lab tersebut hanya ditujukan untuk dokter dan Sobat sendiri, kalau harus ditujukan keluar, maka harus distempel dulu. Oya untuk hasil tes jiwa gak boleh dilegalisir hloo.. Bisa ketahunan sifat asli Sobat kalau sampai keluar hasil tersbut.. hihihihi.
Oya Sobat, kalau Sobat mau mengurus surat keterangan tidak buta warna, bisa ke poli mata di lantai 4. Sementara kalau surat tidak bertato/bertindik bisa di poli kulit di lantai 3 kalo gak salah.
Sekian sedikit cerita dari saya. Postingan ini murni hanya untuk kasih gambaran cara ngurus dan biayanya. Tentu Sobat pun tidak akan pelit untuk mengurus di rumah sakit yang memang diakui terkenal di Indonesia, apalagi jika untuk pemberkasan, pasti sudah seneng banget bisa diterima kerja. Lebih baik ngurus surat keterangan sehat kan daripada ngurus badan yang gak sehat. 

Eiits ada yg lupa, menurut kabar terbaru, untuk mengurus surat ketertangan sehat harus daftar pagi. kalo udah siang (lebih dari jam 12) udah gak dilayani hari itu.  Saya tidak tahu sih batas waktu pelayanan, tapi mending Sobat emang kudu datang pagi-pagi mruput. Siip.

Terima kasih sudah baca. :)

Sabtu, 06 Desember 2014

judulku



“Efektivitas Koordinasi dan Pengawasan Kebijakan Izin Pemanfaatan Ruang Milik Jalan pada Proyek Pemasangan Kabel Fiber Optic Di Kabupaten Sleman"

Ini judul skripsiku. Jika Sobat Blogger pingen baca, silakan langsung saja ke Lab Hukum atau Perpustakaan UMY. Nuwun :) 



Ini kukasih abstraknya, sobat.



ABSTRAK

EFEKTIVITAS KOORDINASI DAN PENGAWASAN KEBIJAKAN       
IZIN PEMANFAATAN RUANG MILIK JALAN PADA PROYEK 
PEMASANGAN KABEL FIBER OPTIC  DI KABUPATEN SLEMAN

Perkembangan zaman menuntut Indonesia sebagai welfare state mampu menyediakan teknologi di berbagai bidang guna mewujudkan kemakmuran rakyat. Saat ini, penggunaan internet menjadi suatu kebutuhan penting dalam banyak aspek kehidupan, tak terkecuali bagi masyarakat di Kabupaten Sleman. Teknologi kabel fiber optic sebagai utilitas pemercepat akses internet semakin banyak digunakan karena mampu membawa data digital secara lebih cepat dan lengkap.
Namun demikian, proyek pemasangan kabel fiber optic yang dilakukan di ruang milik jalan menimbulkan masalah. Lubang bekas galian proyek sering tidak dikembalikan rata sesuai keadaan semula. Selain memperburuk estetika ruang, proyek tersebut juga memperbanyak potensi kecelakaan lalulintas. Hal ini menarik untuk dikaji dan dipertanyakan mengenai : (1) pengaturan kebijakan perizinan pemanfaatan ruang milik jalan pada proyek pemasangan kabel fiber optic, (2) pola koordinasi antarSKPD dalam pemberian izin pemanfaatan ruang milik jalan, dan (3) efektivitas pelaksanaan pengawasan izin pemanfaatan ruang milik jalan di Kabupaten Sleman.
Skripsi ini merupakan penelitian hukum empiris dan normatif dengan pendekatan undang-undang yang dianalisis secara deskripstif kualitatif dan preskriptif. Data diambil dari 5 instansi dan diperoleh dengan cara pemberian kuisioner dan wawancara responden. Persoalan yang dikaji memberikan simpulan yaitu : (1) Pengaturan kebijakan perizinan pemanfaatan ruang milik jalan pada proyek pemasangan kabel fiber optic di Kabupaten Sleman mengacu pada Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor 20/PRT/M/2010 tentang Pedoman Pemanfaatan dan Penggunaan Bagian-Bagian Jalan dan Peraturan Bupati Sleman Nomor 17 Tahun 2012 tentang Tahapan Pemberian Izin. (2) Pola koordinasi antarSKPD di Kabupaten Sleman belum baik dan belum sesuai Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 24 Tahun 2006 tentang Pedoman Penyelengaraan Pelayanan Terpadu Satu sehingga belum terwujud kepastian hukum. (3) Pengawasan izin belum dilakukan secara efektif sesuai Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor 20/PRT/M/2010. Asas akuntabilitas dan transparansi dalam pengawasan izin di DPUP Sleman belum terwujud. Seyogyanya Pemda Kabupaten Sleman melaksanakan good governance dalam pengawasan izin dan membuat suatu perda khusus tentang penggunaan ruang milik jalan untuk proyek telekomunikasi.

Kata kunci: izin, pengawasan, ruang milik jalan, kabel fiber optic

Contoh Surat Permohonan dalam Perkara Akta Kematian di Pengadilan

Semangat malam! Sobat blogger, berikut akan saya berikan contoh surat permohonan yang harus dibuat saat akan mengajukan penetapan akta kemat...